Rabu, 19 Mei 2010

PENGERTIAN DISKALKULIA

PENGERTIAN DISKALKULIA

Kesulitan belajar matematika disebut juga diskalkulia (dyscalculis) (Lerner, 1988). Istilah diskalkulia memiliki konotasi medis, yang memandang adanya keterkaitan dengan gangguan system saraf pusat. Diskalkulia yaitu gangguan pada kemampuan kalkulasi secara sistematis, yang dibagi menjadi bentuk kesulitan berhitung dan kesulitan kalkulasi. Biasanya anak juga tidak memahami proses matematis, yang ditandai dengan kesulitan mengerjakan tugas yang melibatkan angka atau simbol matematis.Diskalkulia juga bisa terjadi akibat adanya kelainan di otak, ini merupakan kelainan spesifik. Penyebab diskalkulia dikarenakan adanya kelemahan proses penglihatan atau visualisasi, misalnya anak sulit fokus pada pelajaran atau permainan. Matematika membutuhkan prosedur penyelesaian yang berurut mengikuti pola-pola tertentu, anak diskalkulia sulit mengikuti prosedur tersebut. Bisa jadi anak fobia matematika, adanya keyakinan bahwa dia tidak bisa matematika. Mungkin disebabkan karena trauma dari pelajaran matematika, bisa dari sistem pengajaran di sekolah atau di rumah.Adapun gejala lain yang timbul pada anak yang mengalami diskalkulia, antara lain:
Sulit melakukan hitungan matematis, misalnya menghitung· jumlah uang kembalian. Lambat laun anak akan takut memegang uang atau menghindari transaksi.
Kesulitan menggunakan konsep waktu, anak bingung mengurutkan masa lampau dan masa sekarang.·
Ketika pelajaran olahraga, anak sulit menghitung skor pertandingan.·
Kekeliruan umum yang dilakukan oleh anak berkesulitan belajar matematikaAgar dapat membantu anak berkesulitan belajar matematika, kita perlu mengenal kesalahan umum yang dilakukan oleh anak dalam menyelesaikan tugas-tugas dalam bidang studi matematika. Beberapa kekeliruan umum tersebut menurut Lerner (1981) adalah kekurang pahaman anak tentang :
· SimbolAnak diskalkulia akan mengalami kesulitan jika dihadapkan pada soal-soal seperti 4 + …= 7, daripada soal seperti 4 + 3 = … Kesulitan semacam ini umumnya karena anak tidak memahami simbol-simbol (=), (≠), (+), (-).
·Nilai tempatAnak yang diskalkulia belum memahami nilai tempat seperti satuan, puluhan, ratusan, dst.

·Penggunaan proses yang keliruKekeliruan dalam penggunaan proses perhitungan dapat dilihat pada cuntoh berikut:6 152 x 3 -8 18

· PerhitunganJika anak belum mengenal dengan baik konsep perkalian, tetapi mencoba menghafal perkalian tersebut.
· Tulisan yang tidak dapat dibaca Anak yang tidak bias membaca tulisannya sendiri karena bentuk-bentuk hurufnya tidak tepat atau tidak lurus mengikuti garis.
Biasanya anak-anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik (termasuk diskalkulia) akan dites dengan standard progressive matrices (SPM) yang merupakan suatu tes inteligensi bagi anak-anak usia 7-12 tahun (siswa Kelas 2 dan 3 SD), atau tes coloured progressive matrices (CPM) untuk siswa Kelas 1 SD. Jika hasil diagnosis, tes dan assesment menyatakan anak menderita diskalkulia, maka harus ada treatment dan metode penyampaian khusus yang bisa membuat dia lebih paham.


DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. gangguan belajar. http://psycho06.blogspot.com. 100410

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar