Minggu, 30 Mei 2010

Gangguan Bahasa Ekspresif

Pada gangguan bahasa ekspresif, secara klinis kita bisa menemukan gejala seperti perbendaharaan kata yang jelas terbatas, membuat kesalahan dalam kosa kata, mengalami kesulitan dalam mengingat katakata atau membentuk kalimat yang panjang dan memiliki kesulitan dalam pencapaian akademik, dan komunikasi sosial, namun pemahaman bahasa anak tetap relatif utuh.

Gangguan menjadi jelas pada kira-kira usia 18 bulan, saat anak tidak dapat mengucapkan kata dengan spontan atau meniru kata dan menggunakan gerakan badannya untuk menyatakan keinginannya. Jika anak akhirnya bisa berbicara, defisit bahasa menjadi jelas, terjadi kesalahan artikulasi seperti bunyi th, r, s, z, y. Riwayat keluarga yang memiliki gangguan bahasa ekspresif juga ikut mendukung diagnosis.

Daftar Pustaka

Effendi, Irwan. Dr. 2008. Gangguan Komunikasi. www.dokteranakku.com. 240510

GAGAP

Gagap melibatkan gangguan pada kemampuan untuk bicara lancer dengan waktu yang tepat. Untuk dapat didiagnosis sebagai gagap, kurangnya kelancaran bicara harus tidak sesuai dengan usia anak. Gagap biasanya dimulai pada usia antara 2 dan 7 tahun dan terdapat pada sekitar 1 di antara 100 anak sebelum pubertas (APA, 2000). Gangguan ini ditandai oleh satu dari beberapa http://a11no4.files.wordpress.com/2010/05/gagap.jpg?w=300&h=190karakteristik sebagai berikut:

(1). Repetisis dari suara- suara dan suku kata

(2). Perpanjangan pada suara- suara tertentu

(3). Penyisipan suara- suara yang tidak tepat

(4). Kata- kata yang terputus, seperti adanya jeda di antara kata- kata yang diucapkan

(5). Hambatan dalam berbicara

(6). Circumlocution (subtitusi kata- kata alternatif untuk menghindari kata- kata yang bermasalah)

(7). Tampak adanya tekanan fisik ketika mengucapkan kata- kata, dan

(8). Repetisi dari kata yang terdiri dari suku kata tunggal (misalnya, “S-s-saya senang bertemu Anda”) (APA, 2000).

Gagap muncul terutama pada laki- laki dengan rasio sekitar 3 : 1. Gagap akan hilang pada 80% anak, umumnya sebelum usia 16 tahun. Sebanyak 60% kasus menunjukkan perbaikan tanpa penanganan. Gagap dipercaya melibatkan interaksi antara faktor genetis dan lingkungan (Felsenfeld, 1996; Yairi, Ambrose, & Cox, 1996). Pada beberapa kasus mungkin ada penyebab kecemasan sosial dan fobia sosial, paling tidak pada orang dewasa yang gagap (De- Carle & Pato, 1996, Scheiner, Wexler & Liebowitz, 1997). Penanganan pada gangguan komunikasi umumnya dilakukan melalui terapi bicara dan koseling psikologis untuk kecemasan sosial dan masalah- masalah emosional lainnya.

SUMBER

http://a11no4.wordpress.com/2010/05/22/gagap/

Kamis, 27 Mei 2010

DIAGNOSA ENCOPRESIS

LANGKAH MENEGAKKAN DIAGNOSA

Untuk mengetahui penyebab kesulitan pengendalian BAB ini, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan yaitu:

* Pemeriksaan kelainan saraf, misalnya pemeriksaan fungsi saraf dan lapisan otot-otot pelvis (panggul).

* Pemeriksaan struktur/organ pencernaan.

* Pemeriksaan anus dan rektum.

* Pemeriksaan sensasi di sekeliling lubang anus.

* Pemeriksaan sigmoidoskopi (pemeriksaan bagian dalam usus besar).

Pengobatan atau terapinya hampir sama dengan encopresis. Jika tak kunjung berhasil mungkin diperlukan proses pembedahan.

DAFTAR PUSTAKA

Semiun, Yustinus. 2006. Encopresis. Kanisius. 180510

Gangguan Bahasa Reseptif- Ekspresif

Gangguan bahasa reseptif- ekspresif mengacu pada anak- anak yang memiliki kesulitan baik dalam memahami maupun memproduksi bahasa verbal. Mungkin saja terdapat kesulitan dalam http://a11no4.files.wordpress.com/2010/05/gangguan-bahasa-reseptif-ekspresif.jpg?w=150&h=113memahami kata- kata atau kalimat- kalimat. Dalam beberapa kasus, anak memiliki kesulitan memahami tipe- tipe kata atau kalimat tertentu (seperti kata- kata yang mengekspresikan perbedaan kuantitas; large, big, atau huge), istilah- istilah spasial (sperti dekat atau jauh), atau tipe- tipe kaliamat (seperti kalimat yang dimulai dengan kata unlike). Kasus- kasus lain ditandai oleh kesulitan memahami kata- kata dan kalimat- kalimat sederhana.

Sumber

http://a11no4.wordpress.com/2010/05/22/gangguan-bahasa-reseptif-ekspresif-2/

Gangguan Artikulasi Fonologis

PENYEBAB

Gangguan fonologis bisa dikarenakan faktor usia yang mengakibatkan alat bicara atau otot-otot yang digunakan untuk berbicara (speech motor) belum lengkap atau belum berkembang sempurna; dari susunan gigi geligi, bentuk rahang, sampai lidah yang mungkin masih kaku.

Beberapa kasus gangguan ini malah berkaitan dengan keterbelakangan mental. Anak yang kecerdasannya tak begitu baik, perkembangan bicaranya umumnya juga akan terganggu. Bila gangguan neurologis yang jadi penyebab, berarti ada fungsi susunan saraf yang mengalami gangguan.

Sebab lain, gangguan pendengaran. Bila anak tak bisa mendengar dengan jelas, otomatis perkembangan bicaranya terganggu. Tak kalah penting, faktor lingkungan, terutama bila anak tidak/kurang dilatih berbicara secara benar.

TERAPI BICARA

Bila penyebabnya kurang latihan atau stimulasi, akan lebih mudah dan relatif lebih cepat penyembuhannya asal mendapat penanganan yang baik. Namun bila dikarenakan gangguan neurologis, perlu dikonsultasikan ke ahli neurologi. Sementara jika berhubungan dengan keterbelakangan mental, biasanya relatif lebih sulit karena tergantung tingkat keterbelakangan mentalnya. "Kalau masuk kategori terbelakang sedang, pengucapan kata-kata anak biasanya juga sulit ditangkap. Akan tetapi dengan pemberian terapi bicara, pengucapannya bisa agak jelas, meski ada juga beberapa yang masih sulit dicerna oleh orang yang mendengarkannya," jelas Mayke.

Yang jelas, jika gangguannya masuk dalam taraf sulit, dianjurkan membawa anak berkonsultasi. Kriteria sulit: bila sudah mengganggu komunikasi atau kontak dengan orang lain, bahkan orang serumah pun tak mengerti apa yang dimaksudnya. Bila sudah ber"sekolah", gangguan ini bisa mempengaruhi prestasi. Misal, harus bernyanyi di depan kelas, tapi karena belum fasih membuatnya tak berani tampil. Jikapun berani, pengucapannya yang tak jelas akan memancing teman-teman mengolok-oloknya.

Dibutuhkan bantuan ahli terapi bicara untuk mengatasinya. Biasanya terapis akan menelaah kembali apakah si kecil mengalami gangguan speech motor. Gangguan speech motor ada yang bisa dilatih seperti halnya meniup lilin. Tak jarang perlu pula bantuan ahli THT untuk mengoreksi adanya gangguan pada organ-organ yang berhubungan dengan bicara yang berada di daerah mulut. Mungkin ada anak yang lidahnya tak terbentuk dengan baik, hingga terlalu pendek dan mempengaruhi kemampuan bicaranya. Cacat bawaan seperti sumbing juga bisa berpengaruh pada cara bicaranya, tapi gangguan ini bisa diatasi dengan operasi dan terapi bicara.

BAWA BERKONSULTASI

Anak yang mengalami gangguan fonologis kriteria sedang hingga berat, biasanya terlambat pula perkembangan bicaranya. Misal, baru bisa bicara di usia 3 tahun, atau usia 2,5 tahun baru bisa menyebut Mama/Papa. Kemungkinan lain, meski sudah 2 tahun tapi kemampuan bicaranya masih tahap bubbling alias tanpa arti, seperti "ma...mapa...pa". Namun bahasa resetif atau penerimaannya cukup baik, hingga bila ia disuruh atau diajak bicara akan mengerti.

Yang seperti ini pun, saran Mayke, sebaiknya dibawa berkonsultasi karena bila dibiarkan berlanjut, kemungkinan anak akan mengalami gangguan fonologis lebih parah. Itu sebab, bila sejak usia 10 bulan atau setahun, anak mulai dapat menyebut "Mama/Papa", tapi selepas 2 dua tahun tak bertambah, kita harus curiga dan cepat minta bantuan ahli. Terlebih bila kita sudah cukup banyak memberi stimulasi atau rangsangan. Bisa dengan membawanya ke psikolog/psikiater lebih dulu untuk mengetahui apakah ia mengalami gangguan fonologis karena keterbelakangan mental, gangguan neurologis, atau sebab lain.

Bila masalahnya menyangkut gangguan yang tak bisa ditangani psikolog, sebaiknya anak dirujuk ke ahli lain, seperti neurolog atau ahli terapi bicara. Para ahli terapi bicara bisa ditemui di berbagai institusi yang melakukan terapi untuk anak autis atau anak yang mengalami gangguan perhatian. Mereka biasanya juga menangani anak yang mengalami gangguan bicara.

Sedangkan lama penanganan tergantung beberapa hal. Seperti berat-ringan gangguan, upaya/kesediaan orang tua untuk mengantar anaknya terapi secara teratur maupun melatihnya di rumah, serta kerjasama dari anak. Jadi, saran Mayke, kita jangan segan-segan menanyakan pada terapis apa yang perlu dilakukan di rumah untuk menangani anak. Harusnya terapis-terapis pun cukup terbuka untuk memberi saran atau masukan seperti itu.

Keahlian terapis juga mempengaruhi tenggang waktu yang dibutuhkan untuk menangani gangguan anak. Begitu pula penguasaan/pendalaman terhadap masing-masing bentuk gangguan, tingkat kesulitan, dan cara penanganan yang tepat untuk tiap gangguan tadi. Selain, terapis juga harus bisa membina hubungan baik dengan anak, hingga anak merasa senang mengikuti program tersebut. Sebaliknya, akan jadi kendala bila si terapis kaku dan tak bisa membujuk anak.

DAFTAR PUSTAKA

Semiun, Yustinus. 2006. Faktor Penyebab Fonologis. Kanisius. 180510

Pencegahan Enuresis

Pencegahan

Alasan terpenting untuk mengobati anak dengan enuresis adalah untuk memperbaiki hilangnya kepercayaan diri dan masalah-masalah psikologik sekunder atau masalah-masalah perilaku yang berkembang akibat enuresis.5 Pencegahan enuresis hampir sama dengan terapi perilaku yang diberikan pada anak dengan diuresis. Anak harus dibiasakan untuk buang air kecil di toilet setiap pagi hari dan didorong agar tidak terbiasa menahan kencing. Kondisi-kondisi yang membuat anak tidak nyaman untuk menggunakan toilet sedapat mungkin dihindari. Karena konstipasi dapat menjadi faktor predisposisi enuresis, pencegahannya juga dapat mencegah terjadinya enuresis. Dengan demikian, anak juga harus dibiasakan untuk buang air besar setelah makan pagi, diet kaya serat, dan tidak terbiasa menahan buang air besar. Anak harus mengurangi minum setelah makan malam sehingga anak harus dibebaskan minum pada pagi dan awal siang hari.9

DAFTAR PUSTAKA

Sufriyana. 2010. Enuresis. http://imsj.globalkrching.com/enuresis/. 190510

Gangguan komunikasi

Gagap
Menginjak dewasa tidak semua orang telah memperoleh kemampuan bahasa dengan
baik. "Mmmmmm ... maksudnya," begitula setiap kali Aries sang ketua di sebuah
organisasi kala membnuka argumentasi. Bagi yang mendengar, kesulitan bahasa
seperti yang di alami Aries bikin gregetan. Tapi bagi Aries sendiri merasakan
bagaimana frustasinya mengendalikan pita suara, lidah, bibir sehingga mulutnya
dapat mengeluarkan rentetan kata, kalimat yang runut dan mulus. Kesulitan yang
ia alami sering disebut gagap (stuttering). Ibarat mobil, untuk menghidupkan mesinnya ia harus menyalakan starter lebih lama.

Asal bicara saja sepertinya mudah, tetapi menghasilkan vocal yang keluar
dengan kecepatan, tekanan dan ejaan yang tepat kiranya tidak mudah. Ketika kita
bicara, kita harus mengkoordinir banyak otot dari berbagai bagian tubuh
termasuk pita suara, gigi, mulut dan system pernapasan. Normalnya semua
kerja organ tersebut dapat berfungsi simultan serta otomatis. Gagap adalah masalah gangguan bicara yang mempengaruhi kepasihan bicara. Mereka yang mengalami kesulitan ini ditandai pengulangan bagin pertama dari kata yang hendak diucapkannya (seperti mmmmakan), atau menahan bunyi tunggal ditengah kata (misal begggggini). Sebagian orang yang gagap malah lebih parah, tidak ada satu suara pun yang keluar, tertahan semua di kerongkongan. Gagap atau orang Inggris menyebutnya stammering merupakan kelainan yang kompleks dan dapat berdampak pada kemampuan bicara dengan cara yang beragam.

Penanganan
Mereka yang mengalami gangguan bicara baiknya segera hubungi dokter atau spesialis gangguan bahasa. Mereka akan melakukan analisa jenis ganguan, penyebab dan mencarikan jalan pengobatannya. Sebagain akan sembuh dengan mengunjungi ahli terapi.

Mungkin latihan dan penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan melatih pernapasan. Berlatih mengambil dan mengeluarkan napas dengan tenang dan teratur. Latihan rileksasi juga dapat membantu. Dengan melatih otot agar lebih santai ketika bicara, dan mengontrol posisi badan. Merekam ucapan sendiri dan mendengarkannya kembali juga dapat ditempuh. Motivasi yang kuat, kesabaran yang tinggi serta dukungan keluarga, teman dan lingkungan pergaulan kiranya banyak membantu menyembuhkan gangguan bicara.

Gagap atau gangguan bicara lainnya dapat menimbulkan ketidak nyamanan dalam
komunikasi untuk kedua pihak, pendengar dan pembicara. Tetapi hanya mereka yang
mengalami gangguan bicara saja yang merasakan bagaimana prustasinya mengendalikan mulut bicara. Ucapan pendengar seperti "pelan-pelan" atau "coba tenang" seringkali tidak menyelesaikan. So, bagi anda penderita mulailah sampaikan keinginan anda pada lawan bicara bagaimana agar pembicaraan jadi lebih santai. Demikian juga pendengar, sabar menyimak dengan perhatian penuh akan memberi kesempatan pada mereka melewati masa-masa sulit.
(marzuki umar sa'abah, dari berbagai sumber)

Kemampuan berbahasa pada balita sangat terlambat bila :
Bayi tidak mau tersenyum sosial sampai 10 minggu
Bayi tidak mengeluarkan suara sebagai jawaban pada usia 3 bulan
Tidak ada perhatian terhadap sekitar sampai usia 8 bulan
Tidak bicara sampai usia 15 bulan
Tidak mengucapkan 3-4 kata sampai usia 20 bulan

DAFTAR PUSTAKA

Laksmi. 2002. Gagap dan Ragam Gangguan Bicara. http://ummuauliya.multiply.com/journal

/ journal/item/706. 190510